<blink>HUJAN KU</Blink> - Jendela Kata

Breaking

Sebuah Pena, Senjata yang tiada terkira, Ketika bergerak merangkai kata, di padu dengan indah nya tinta jiwa, maka akan tercipta sebuah maha karya

Post Top Ad

Post Top Ad

Minggu, 05 Mei 2013

HUJAN KU

Hujan ku
Turunlah membasahi sepi ku
Kikislah kenangan masa lalu ku
Bawalah jauh dari kehidupan ku

Hujan ku
Teruslah berjatuh di hari - hari ku
Agar dingin ku dan dingin mu menyatu
Membekukan memori kisah masa lalu

Basahilah setiap relung jiwa ku
Basahilah setiap sudut wajah ku
Agar tak ada yang tahu
Ada air mata jatuh di pipi ku

Ku mohon hujan ku
Jangan pergi dari hari - hari ku
Temani ku dalam sepinya hidup ku
Hingga tak ada rasa luka akan kisah lama ku

Ku lelah hujan ku
Harus berapa kata lagi kutulis untuk menyemangati ku
Harus berapa lembar lagi kertas ku robek untuk membantu ku
Membantu ku melupakan kisah yang kini jadi api di hati ku

Lelah, tapi aku tak bisa berhenti
Perih, tapi tak ada obat yang dapat mengobati
Itu lah kondisi ku saat ini

Dekap aku hujan ku
Dekap dalam derasnya tetesan air mu
Berikan dingin mu di hidup ku
Agar aku merasa ada di kehidupan yang baru

Kalau perlu
Bawalah aku
Leburkan lah aku
Menjadi butiran embun di pagi yang tak ada arti bagi ku

Aku putus asa hujan ku
Aku tak kuasa menahan gejolak kehilangan di hidup ku
Kini aku sendiri dalam luka yang kian membebani ku
Aku menyerah hujan ku

Kini, aku tak bisa merasakan makna dari setiap kata
Kini, aku tak bisa memahami arti dari setiap bicara
Aku,,,,,,,aku putus asa
Hujan ku........

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad